Kursus Bahasa Inggris di Jogja : LIA

Kursus Bahasa Inggris di Jogja

Kursus Bahasa Inggris di Jogja tumbuh subur seiring dengan peran kota Yogyakarta sebagai kota pelajar dan pendidikan. Mungkin Anda akan menemui puluhan les bahasa Inggris.  Masing masing tempat kursus bahasa Inggris menawarkan kekhasannya : les bahasa Inggris murah, kursus bahasa Inggris cepat, belajara bahasa Inggris mudah dan sebagainya. Semua merupakan pilihan sesuai dengan kebutuhan dan kesukaan.  Calon siswa yang menentukan tempat les bahasa Inggris yang bagus.

 Kursus-Bahasa_Inggris-di-Jogja

Kursus bahasa inggris di Jogja

Mengapa LIA?

Masyarakat sudah mengenal LIA sebagai lembaga pendidikan yang konsisten “ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa” utamanya melalui kursus bahasa Inggris. Keberadaan selama 61 tahun membuktikan bahwa bergabung ke LIA sudah merupakan “tradisi keturunan” saat sang Kakek/Nenek mengalami antri mendaftar dan kursus saat kami masih bernama PPIA, atau sang Ayah/Ibu terbentuk bahasa Inggrisnya melalui kursus ke LIA Pramuka atau MT Haryono. Kesan tersebut menular ke cucu/buyut sehingga dalam satu keluarga semua belajar bahasa Inggris ke LIA. Berikut beberapa alasan mengapa LIA unggul dalam pendidikan bahasa Inggris:

Pengalaman luas.

LIA sudah memulai kegiatannya sejak 7 September 1959 sejak masih bernama Lembaga Indonesia Amerika. Karena faktor sejarah, bangsa Indonesia harus mampu mengelola asetnya sendiri (tahun 1967) sehingga pribumi mengambil alih LIA. Maka, saat ini nama LIA bukan lagi singkatan dari Lembaga Indonesia Amerika.  LIA Yogyakarta sendiri memulai kegiatannya tahun 1990.LIA berkiprah dalam bentuk Yayayan yang bersifat non-profit. Undang undang Yayasan menyatakan bahwa bila sesuatu terjadi maka aset yayasan akan menjadi aset negara. Sementara itu, Yayasan LIA tidak mendapat bantuan dana dari pemerintah dalam menjalankan roda organisasi. LIA adalah salah satu dari sedikit lembaga pendidikan yang mampu bertahan dalam kurun waktu yang lama. Berani bertaruh, kursus bahasa Inggris negara Amerika dan Inggris pun tidak ada yang memiliki jumlah siswa sebanyak LIA (just kidding)…..

Komitmen pada pendidikan berkualitas.

Sedari awal, kualitas pendidikan menjadi tolok ukur utama dalam penyelenggaraan kegiatan antara lain berupa:

  • Adanya kurikulum baku yang berlaku untuk seluruh cabang. Standar pendidikan seluruh cabang sama sehingga siswa tidak bermasalah saat transfer antar cabang. Saat pembelajaran online, siswa dari cabang satu dapat bergabung dengan siswa cabang lainnya.
  • Setiap bidang memiliki departemen tersendiri baik materi, tes, pendidikan dan pelatihan dan bidang non akademis lainnya.
  • Adanya standar rekrutmen guru dan pelatihan calon guru. Pelatihan guru bukan bersifat instan namun berlangsung kurang lebih tiga bulan
  • Rencana pengajaran yang berlandasakan prinsip prinsip pengajaran terkini.
  • Academic Operation Officers (Supervisors),QC Dept dan Monev Dept memonitor kualitas pengajaran melalui Mentoring & Coaching 
  • Pelatihan yang berkesinambungan
Beda dengan sekolah formal

Sekolah formal terbebani oleh begitu banyak faktor yang menghambat perwujudan pengajaran dan pembelajaran yang ideal. Berikut beberapa perbedaan yang nampak:

  • Ukuran jumlah siswa per kelas sekolah formal sangat besar sehingga guru sulit mengelola kelas antara lain karena sulit mengontrol siswa, memantau perkembangan siswa satu per satu, dan menerapkan rencana pembelajaran secara optimal
  • Kemampuan siswa yang heterogen. Bila kursus, siswa masuk level berdasarkan kemampuan
  • Motivasi siswa belajar bahasa Inggris beragam. Berbeda dengan kursus yang mayoritas siswa sudah memiliki motivasi tinggi untuk belajar
  • Sikap siswa menyulitkan penerapan disiplin. Di sisi lain, kursus  menerapkan tata tertib yang lebih ketat karena siswa sudah menyetujui hal itu sebelum mereka mengikuti kursus. Misal, batasan jumlah ketidakhadiran sebagai syarat mengikuti Promotion test
  • Materi pembelajaran menyesuaikan dengan materi tes (UN atau tes lainya). Idealnya, tes merupakan alat ukur pembelajaran bukan tujuan pembelajaran itu sendiri
Beda dengan belajar sendiri

Selain belajar bahasa Inggris melalui sekolah formal dan lembaga non-formal, siswa dapat mengembangkan bahasa Inggris dengan belajar mandiri. Memang, siswa harus senantiasa mengembangkan kebiasaan ini. Bagaimana dengan belajar mandiri?

  • Pembelajaran bahasa mensyaratkan adanya “role model” yang baik, utamanya untuk pembelajaran lisan. Bila tidak ada model dan guru yang memantau, bagaimana meyakinkan bahwa siswa mengucapkan kata “determine” bukan dengan pengucapan “determain’? Bila siswa menguasai pengucapan yang salah maka kesalahan ini akan membatu. Nantinya, siswa bakal memiliki kesulitan memperbaikinya.Lain halnya apabila siswa sudah memiliki pendamping yang memadai.
  • Anak anak dalam usia dini belajar dengan “menyerap” dari lingkungannya. Hal ini mirip dengan bayi yang mampu mengucapkan kata “bapak”, “papa”, “mama” tanpa ada yang mengajari. Anak sebaiknya berkembang dalam “lingkungan” yang tepat dan benar untuk menyerap bahasa dengan baik.
  • Kita menggunakan bahasa untuk komunikasi. Dalam hal ini kita memakai bahasa Inggris dalam fungsi “transactional”. Misalnya, ketika ditanya :”How do you do? secara spontan kita menjawab “”How do you do? pula. Jadi kita membutuhkan ekspresi baku yang bersifat “stimulus-response”. Kalau orang menanyakan “ini”, kita menjawabnya dengan “itu”. Kita dapat mempelajarinya sendiri asal kita mau mempraktekkannya.
  • Namun, ketika kita melakukan komunikasi nyata maka kita membutuhkan lebih dari itu. Fungsi “communicational” yang terjadi saat siswa belajar memulai, mengembangkan, menghentikan komunikasi mutlak membutuhkan praktek langsung.
  • Saat kita belajar bahasa maka kita juga mengembangkan diri kita, utamanya dengan mengembangkan sikap dan kepercayaan diri. Sulit mewujudkan tanpa adanya lingkungan dengan minat yang sama untuk menjaga motivasi belajar dan mengembangkan kemampuan bersosialisasi.
  • Belajar bahasa bersifat “lifelong education”. Artinya, kita tidak bisa belajar bahasa Inggris  secara instan dan terpotong potong. Dalam hal ini yang berlaku bukan sebanyak apa siswa mengetahui. Tetapi, sebanyak apa siswa tahu bagaimana menggunakannya.
Kelas Online

Selama masa pandemi Corona Covid-19 LIA menyelenggarakan kelas online bahasa Inggris. Kursus online ini merupakan sebuah pilihan agar pembelajaran tidak membahayakan para siswa. Kami akan mengikuti kebijakan pemerintah untuk penyelenggaraan kelas tatap muka.

Bagaimana dengan Anda? Hidup adalah pilihan. Tugas kita adalah menentukan pilihan terbaik. We wish you goodluck….

Untuk mengakses informasi tentang program, silakan klik https://liayogyakarta.com/category/program-kursus/

Untuk informasi ringkas tentang kursus bahasa Inggris LIA, silakan klik htttp://linktr.ee/liayogyakarta

Kelas baru yang akan dibuka, silakan klik https://liayogyakarta.com/les-bahasa-inggris/

Ada masalah? Silakan menghubungi petugas CS kami :

CS LB LIA Pandeansari  : https://wa.me/6285329292919 

CS LIA Taman Siswa  : https://wa.me/6285799900677