Kelas Privat adalah kelas yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan siswa yang bersifat khusus dan mendesak. Kebutuhan itu misalnya : persiapan tes TOEFL/IELTS, wawancara kerja, presentasi, dll
Apakah Program Reguler Bisa Privat?
Untuk Program reguler (durasi 33 atau 44 jam) tidak dapat dilayani secara privat karena biayanya akan besar.
Apa Fasilitas Kelas Privat?
Fasilitas yang kami sediakan : materi disesuaikan dan jam dan hari kursus bisa disepakati bersama. Ada tambahan biaya bila kursus dilaksanakan diluar LIA.
Kelas privat LIA mungkin merupakan sebuah soluasi ketika Anda menghadapi keterbatasan waktu atau kebutuhan Anda bersifat khusus. Memang, kelas reguler kursus bahasa Inggris pada umumnya sulit memenuhi SEMUA kebutuhan pelanggan yang sangat beragam. Tentunya, pasti ada calon siswa yang memiliki kebutuhan yang unik dan berada dalam kondisi yang khusus pula.
Kelas Privat adalah program les bahasa Inggris yang menyesuaikan dengan kebutuhan dan waktu belajar khusus. Pengajaran bersifat “one-one-one”. Oleh karena itu, satu guru melayani satu siswa. Dengan demikian, kami berharap dalam guru dapat melayani siswa secara optimal. Memang, tidak semua siswa memiliki waktu luang untuk mengikuti program reguler.
Program Kelas Privat LIA ini utamanya untuk memenuhi kebutuhan untuk “TOEFL” saat peserta hanya memiliki waktu terbatas sebelum mengambil tes tersebut. Selain itu, kebutuhan lain adalah kebutuhan “Conversation” yang bersifat khusus, misalnya untuk wawancara kerja, presentasi, lomba, dll. Sebagai tambahan, kebutuhan berupa kelas “khusus grammar” atau “writing” (misalnya menulis esai, abstract dll) merupakan tujuan kelas ini.
Kelas Privat
Kelas privat tidak melayani jenis program reguler yang sudah ada. Mengapa? Karena, siswa menempuh satu level program reguler selama 33/44 jam. Oleh karena itu, kelas berdurasi 10 jam tidak bisa setara dengan kelas reguler. Mungkin, siswa mampu melahap materi dalam 10 jam. Namun, hal ini tidak memenuhi kaidah akademis mengingat pembelajaran membutuhkan internalisasi.
LAMA PROGRAM
Peserta wajib mengambil satu paket pembelajaran yang berlangsung selama 10 jam ( 5 sesi)
Setelah itu peserta dapat mengambil paket selanjutnya : 10 jam atau minimal 5 jam
Jadwal belajar menjadi kesepakan bersama antara siswa dan pengajar. Tetapi, apabila peserta tidak dapat memenuhi tanggal pertemuan tanpa pemberitahuan maka sesi tersebut hilang.
BIAYA KELAS PRIVAT LIA
Biaya dibayar sebelum kelas dimulai dengan rincian:
Yogyakarta menawarkan berbagai kursus/les TOEFL. Silakan tentukan pilihan dengan mempertimbangkan : Apakah harga les toefl terjangkau? Apa les kursus menawarkan pencapain skor yang fantastis sehingga tidak masuk akal? Sudah berapa lama lembaga tersebut berkecimpung?
Bagaimana skor TOEFL diraih?
TOEFL merupakan alat ukur kemampuan bahasa Inggris. Jadi sebaiknya kemampuan bahasa Inggris Anda cukup memadai dan siap diukur. Bila kemampuan kurang namun skor toefl nya tinggi maka : tes toeflnya tidak mampu mengukur kemampuan bahasa Inggris yang sebenarnnya. Skor tinggi kemungkinan diraih karena materi yang diajarkan adalah materi tes toefl yang diberikan.
Bagaiman proses pencapain skor TOEFL?
Faktor pertama adalah “internalisasi”. Proses belajar memerlukan pengendapan sebelum meraih pemahaman. Ketika kita melakukan latihan intensif sehari 10 jam pun, hal ini tidak efektif. Masa belajar maksimal adalah 2 jam. Jadi belajar dalam masa pendek secara teratur memberi hasil jauh beda dengan belajar setiap hari dengan durasi panjang. Faktor kedua adalah apa yang disebut “Intermediate plateu”. Ini mirip dengan saat kita naik kendaraan di tanjakan. Pada fase awal tanjakan, kendaraan kita akan melaju lebih kencang dibanding di posisi lebih tinggi. Jadi “score development” akan lebih mudah oleh seseorang dengan skor TOEFL rendah. Semakin tinggi skor TOEFL semakin sedikit penambahan skor yang didapat. Apakah mungkin seseorang dengan skor 350 akan secara tiba tiba meraih skor 600? Seseorang dengan skor 550 saja memerlukan upaya luar biasa untuk bisa mencapai skor 600
Masih banyak peserta yang dibuat kelabakan oleh salah satu tes kemampuan bahasa Inggris, yaitu TOEFL. Memang, TOEFL adalah salah satu tes yang paling banyak digunakan. Namun, peserta kadang tidak memahami beberapa prinsip dasar dalam mengerjakan tes ini. KELAS TOEFL LIA JOGJA (Preparation Course for the TOEFL ) merupakan salah satu pilihan untuk mengatasi masalah ini.
Apa saja masalah yang harus diatasi? Apakah TOEFL itu? Apa beda TOEFL dan tes lainnya? Apakah peserta terbiasa dengan format tes TOEFL? Apakah sudah memahami prinsip penentuan skor? Apakah sudah ada skala prioritas dalam upaya mencapai skor dalam tenggat waktu yang dimiliki? Bagian mana yang lemah dan kuat? Strategi pengerjaan tes apa yang dikuasai? Cukupkah latihannya?
KELAS TOEFL LIA JOGJA: MENGAPA?
KELAS TOEFL LIA JOGJA (Preparation Course for the TOEFL ) merupakan program untuk umum (pelajar, mahasiswa, pekerja, dll). Program ini membekali peserta dengan “tips, strategi, dan latihan TOEFL” dalam menghadapi TOEFL® ITP atau tes sejenisnya yang merupakan “time-based test”. Oleh karena itu, saat mengerjakan TOEFL peserta harus menjawab dengan benar dalam batas waktu yang ada. Dapat menjawab dengan benar pun belum menjamin mendapat skor bagus bila waktunya tidak sesuai dengan alokasinya.
Level/Tingkat KELAS TOEFL LIA JOGJA:
TP 1-4
Lama Belajar :
Level : setiap level berdurasi 44 jam yang terbagi dalam 22 pertemuan
Per minggu : 2 atau 3 pertemuan seminggu (pilihan hari/jam sesuai dengan proyeksi kelas kami)
Per pertemuan : 110 menit
Metode Pengajaran:
Program Kelas TOEFL LIA Jogja/TOEFL Preparation ini secara runtut menyajikan tahapan tahapan agar berhasil mengerjakan soal TOEFL:
Peserta mendapatkan “pre”, “post” test, Mid test dan Final Test dalam format TOEFL yang membantu peserta untuk membiasakan dengan format tes dan mengukur kenaikan skor.
Program ini mengajarkan berbagai macam tips dan strategi mengerjakan soal TOEFL. Misal, menjawab dan mengerjakan berbagai macam soal dalam Structure & Written Expressions yang terdiri dari 2 bagian. Peserta dilatih untuk menerapkan strategi pengerjaan soal sesuai dengan jenis soal yang terdapat dalam tes TOEFL.
Pada akhirnya, peserta diharapkan mampu menganalisa dan menentukan strategi pengerjaan soal TOEFL yang sesuai agar mampu menyelesaikan soal TOEFL dengan cepat dan benar
Kelas Conversation merupakan kelas khusus percakapan (Speaking). Jadi, tujuan utamanya adalah agar mampu mengungkapkan gagasan dalam bahasa Inggris dengan kontek komunikasi sehari hari.
Apa saja materi Conversation?
Percakapan sehari hari dapat bervariasi tergantung pada topik, jenis pekerjaan dan jenis situasi. Komunikasi dapat berupa dialog, presentasi, chat, wawancara dan sebagainya. Namun, pada dasarnya terdiri dari : Conversational English dimana kita belajar ekspresi baku yang dipakai dalam berbagai mode komunikasi. Contohnya : Greeting, Introducing ourselves, Agreeing & Disagreeing. Communication Skills dimana kita belajar teknik komunikasi, misal : mengajukan pertanyaan agar komunikasi bisa jalan terus, minta klarifikasi, memberi “clue”(petunjuk) agar lawan bicara mengerti, dan bahasa badan. Kedua skill ini bisa dilatih melalui pengulangan (drill). Namun, jangan lupakan inti komunikasi yaitu kemampuan untuk mengungkapkan gagasan. Biasanya, setelah membuka komunikasi maka ada inti komunikasi dimana terjadi pertukaran pesan. Tentunya inti komunikasi tidak bisa dihafalkan. Dan, belajar tenses tidak akan membantu.
Kelas Conversation LIA Yogyakarta terdiri dari CONVERSATION FOR STUDENTS (CVS) dan CONVERSATION FOR BUSINESS (CVB) . Conversation for Students ditujukan untuk pelajar dan mahasiswa. Conversation for Business ditujukan untuk karyawan. Program ini adalah program khusus percakapan (Speaking). Apakah tidak ada skill lain? Tentunya skill lain juga dipelajari. Namun “focused skill” nya speaking/percakapan. Bagaimana bisa? Sebagai contoh, guru memperdengarkan sebuah dialog yang selanjutnya dipakai debagai model percakapan dalam role play. Guru bisa saja memberikan sebuah bacaan (Reading). Selanjutnya para siswa membahas isi bacaan dan berlatih membuat dialog (speaking).
Apakah siswa belajar “grammar” ? Ya. Tapi tata bahasa tidak dipelajari secara ekslusif karena yang penting bukan seberapa banyak Anda memahami tata bahasa tapi seberapa trampil Anda menggunakan tata bahasa itu.
MATERI BELAJAR
Lalu, apa yang dipelajari dari kursus percakapan bahasa Inggris? Di LIA Yogyakarta, cakupan materi belajar Speaking terbagi menjadi 2, yaitu “Conversational dan Communication skills“.Kita membedakan kedua hal di atas mengingat kadang masih ada kesalahpahaman. Cek penjelasannya di bawah ini.
Conversational skills adalah ketrampilan berbicara dengan menggunakan ekspresi baku yang ada dalam fungsi sehari hari. Pada prinsipnya, siswa hanya menghafal dengan berlatih sebanyak mungkin melalui role play. Tentu saja, banyak fungsi sosial yang mesti dipelajari. Misal, “Introducing ourselves, Leave taking, Asking for Information, dll. Salah satu contoh yang mudah dimengerti adalah ketika ada pertanyaan “How are you”? Kebanyakan akan menjawab dengan ” I am fine, thank you”. Jawaban ” I am fine, thank you” merupakan satu dari sekian alternatif jawaban (padahal, mungkin saja saat itu kita barus sakit perut).
Dengan menguasai SATU alternatif saja, kita sdh bisa bertahan dalam komunikasi dengan kontek di atas. Semakin banyak ekspresi baku yang kita kuasai, semakin nyaman kita dalam berkomunikasi. Pada dasarnya Conversational skills merupakan stimulus-response yang dilatih dengan drilling/pengulangan sehingga tercipta otomatisasi.
Dalam komunikasi sehari hari, Conversational skills dipakai pada bagian awal dan akhir yang merupakan fungsi sosial untuk memenuhi etika/tata krama. Contohnya, saat ketemu seseorang kita menyapa di awal pembicaraan. Terus, basa basi tanya kabar. Selanjutnya, kita ingin ngobrol soal sepakbola. Di akhir pembicaraan, kita menggunakan ekspresi untuk mengakhiri pembicaraan.
Apakah ekspresi untuk berbicara tentang sepakbola ( isi dari komunikasi) bisa dihafal? Tentu saja tidak. Bagaimana kita menguasainya?
Communicational skill lebih dikaitkan dengan kemampuan kita dalam mengungkapkan gagasan pada isi dialog/komunikasi tadi. Sebagian besar orang masih terikat pada BELAJAR TENTANG ‘TENSES yang merupakan hasil pembelajaran di lembaga formal. Padahal TENSES tidak memainkan peran sangat penting dalam komunikasi. Maksudnya, kalaupun ada kesalahan tenses asal gagasannya masih dimengerti lawan bicara, itu sdh cukup. Lalu bagaimana? Dasar pengungkapan gagasan adalah tata bahasa (bukan tenses). Jadi, kita perlu membiasakan diri dengan pola kalimat dan komponen kalimat yang benar. Yang kedua dalam communicational skill adalah bagaimana cara mengembangkan percakapan agar mengalir dengan lancar. Bagaimana mengatasinya bila terhenti? Bagaimana mengecek pemahaman lawan bicara kita? Semua hal yang terkait dengan strategi agar komunikasi mengalir dengan lancar dan lawan bicara memahami gagasan kita perlu dikembangkan.
TIDAK BISA INSTAN
Belajar bahasa tidak bisa dilakukan secara instan. Kalaupun ada yang menjanjikan dalam 10 jam bisa “ngomong” dalam bahasa Inggris, berarti Anda hanya akan belajar dengan sistim “membeo”. Bila tiba saatnya mengungkapkan gagasan yang tdk bisa dihafalkan, barulah terjadi masalah. kata kuncinya adalah perbanyak latihan, berani ngomong, jangan takut salah.
KELAS CONVERSATION LIA : Jenis Program
CONVERSATION FOR STUDENTS terdiri dari 4 level
CONVERSATION FOR BUSINESS terdiri dari 6level
Lama Belajar :
Per level : setiap level berlangsung selama 33 jam yang terbagi dalam 22 pertemuan
Tiap minggu : 2 pertemuan (pilihan hari/jam disesuaikan dengan proyeksi kelas kami)
Per sesi : 90 menit
Metode Pengajaran:
Program Kelas Conversation LIA Yogyakarta ini utamanya dalam bentuk diskusi dan role play untuk melatih percakapan sehari hari. Dengan demikian, peserta mendapatkan porsi maksimal dalam berlatih untuk mendapatkan otomatisasi dalam menyampaikan gagasan. Selain itu, hambatan hambatan personal, misal rasa malu dan takut berbuat salah, dapat berkurang seiring dengan meningkatnya kepercayaan diri. Tata bahasa tidak dipelajari secara ekslusif. Namun, titik beratnya pada pola kalimat dan komponen kalimat. Guru juga tidak akan secara langsung mengoreksi kesalahan siswa. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat mengembangkan “grammar awareness”. Tentunya hal ini jauh lebih bermanfaat bagi siswa.
BEDA CONVERSATION FOR STUDENTS DAN BUSINESS
Perbedaan Program Conversation for Students dan Business terletak pada topik yang dipakai. Conversation for Students mengambil topik “dunia studi” sedangkan Conversation for Business topiknya “dunia kerja”.
Mengapa perlu dibedakan? Kelas percakapan bahasa Inggris pada dasarnya bisa dibedakan pada 2 hal : ” How to say” dan “What to say“. ” How to say” berkaitan dengan alat berupa tata bahasa, yaitu konstruksi kalimat yang dipilih dengan didukung oleh kosa kata dan pengucapan. “What to say” berhubungan dengan gagasan yang akan diomongkan. Sebaiknya latihan menggunakan topik/gagasan yang tidak jauh dari dunia siswa sehari hari. Dengan demikian, maka siswa memiliki “background knowledge” yang cukup. Siswa memiliki bahan yang cukup untuk mengungkapkan gagasan dalam latihan. Kalau siswa tidak tahu apa yang mesti diomongkan, biasanya siswa akan mengalami kesulitan. Dengan pilihan topik/gagasan yang sesuai dan menarik, siswa akan menikmati proses belajar/latihan.
Sebaliknya, apabila siswa “dipaksa” untuk mengutarakan gagasan yang jauh dari dunianya sehari hari maka hal ini akan menjadi masalah. Akhirnya, siswa tidak mau bicara/berlatih sehingga tujuan tidak tercapai.
Kelas Conversation LIA : Biaya per level
CONVERSATION FOR STUDENTS/BUSINESS 1-4 : Rp. 1.332.000
Prosedur pendaftaran siswa baru
Agar pembelajaran berlangsung optimal maka siswa bergabung dalam kelas sesuai kemampuannya. Oleh karena itu, siswa baru harus mengikuti Placement Test (Tes Penempatan) agar mendapat level yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (tidak selalu dari level terendah). Biaya tes Penempatan sebesar Rp. 75.000,- .