Kursus Bahasa Inggris LIA : Beda dengan Pendidikan Formal

Kursus Bahasa Inggris LIA vs Pendidikan Formal: Mana yang Lebih Efektif?

Banyak orang bertanya-tanya — apakah kursus atau les bahasa Inggris masih diperlukan jika sudah belajar di sekolah formal ? Jawabannya: ya, dan inilah alasannya. Kursus bahasa Inggris di LIA Yogyakarta dirancang untuk melengkapi apa yang tidak bisa diberikan oleh pendidikan formal.

Aspek

Kursus Bahasa Inggris

Pendidikan Formal

Fokus

Komunikasi aktif dan praktis

Ujian (lokal/nasional)

Durasi

Fleksibel

Terikat kurikulum

Jumlah siswa

Optimal

Kelas besar

Materi

Customized

Terikat kurikulum

Guru

Spesialis

Guru kelas

Kursus bahasa Inggris LIA

kursus bahasa inggris lia

Kursus bahasa Inggris LIA adalah les bahasa Inggris dengan pengalaman 62 tahun. Banyak yang mempertanyakan apakah ada perbedaan antara belajar bahasa Inggris di sekolah formal dan pendidikan nonformal seperti kursus bahasa Inggris. Bagaimana pula dengan belajar sendiri secara otodidak?

Artikel berikut ini menguraikan pembelajaran sekolah formal dan non formal. Tentunya, masing-masing memiliki sisi positif dan negatif. Bila kita memahami permasalahan pendidikan formal, nantinya kita bisa lebih paham apa yang kita butuhkan.

Mari kita lihat masalah ini dari berbagai sisI

Apa syarat ideal belajar bahasa Inggris?

Bahasa adalah alat komunikasi. Sedangkan komunikasi adalah proses antara dua pihak atau lebih dalam menyampaikan gagasan. Proses ini bukan proses tunggal, melainkan proses yang melibatkan banyak unsur. Komunikasi yang baik melibatkan unsur fisik, emosi, dan lingkungan selain bahasa itu sendiri.

Jadi sebaiknya kita mempelajari bahasa secara menyeluruh, bukan terpisah dari proses komunikasi itu sendiri. Artinya, latihan merupakan salah satu kunci untuk melatih bahasa. Ibaratnya, pengin bisa renang, cara terbaik adalah dengan berinteraksi di dalam air. Naik gunung dapat membantu, namun tidak secara langsung karena hanya memperkuat fisik saja. 

Cara paling tepat adalah dengan “immersi”. Dengan kata lain, kita langsung melebur ke lingkungan yang secara optimal mendukung praktik penggunaan bahasa Inggris. Bagaimana bentuknya? Yang paling sederhana adalah mencari partner agar dapat berlatih. Bisa berdua, bertiga, atau berkelompok. Cara belajar di Pare, Kediri menggunakan konsep ini. Kendala utama belajar  secara mandiri adalah konsistensi. Cara lain adalah dengan bergabung dengan kursus.  Tentu saja, bila siswa hanya mau “ngomong” sekitar 20-30 menit dari durasi, misalnya dua jam, maka hasilnya akan sama saja. Sama saja dengan siswa yang ikut kursus tapi menghindari aktivitas saat belajar di kelas. Kalau bisa aman duduk di pojok, menghindari interaksi, banyak mencatat….namun pengin bisa ngomong dengan bahasa Inggris….Pusing kepala gurunya?

Pendidikan formal

Pada dasarnya, pengajaran bahasa Inggris sekolah formal belum bisa berlangsung secara optimal

  • Tujuan pembelajaran lebih mengarah pada keberhasilan dalam mengerjakan tes. Seharusnya tes adalah alat ukur pembelajaran. Namun, apa yang terjadi?. Pengajaran sekolah formal mengikuti jenis tes yang akan dihadapi para siswa. Jelas ini sangat jauh panggang dari api. Bagaimana siswa dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris?
  • Jumlah siswa yang besar. Penulis pernah mengajar Reading untuk 70 mahasiswa di sebuah universitas dalam satu kelas. Bisakah kalian membayangkan bagaimana cara mengajar secara efektif. Untuk mengisi daftar hadir saja bisa 15 menit. Bayangkan pula bila harus mengajar 30 siswa SD kelas 1. Anak-anak memiliki rentang konsentrasi yang terbatas—sekarang hanya sekitar 9 detik. Jadi, boro-boro mengajar bahasa Inggris, membuat siswa diam memperhatikan saja akan membuat sang guru harus mengeluarkan jurus mabuk.

Apa faktor lainnya?

  • Kemampuan siswa yang tidak merata. Kemampuan yang heterogen ini mempersulit guru dalam mengatur laju pembelajaran.Jumlah siswa yang besar membuat guru pusing. Ditambah lagi, kemampuan siswa juga berbeda-beda.
  • Bagaimana dengan motivasi siswa? Jelas, tidak semua siswa menganggap bahasa Inggris perlu  demi masa depan walau mereka sadar bahwa kemampuan bahasa penting. Akhirnya bahasa Inggris menjadi “momok” bagi siswa, mungkin juga bagi pengajarnya!
  • Masing-masing sekolah menerima siswa dengan kemampuan berbeda. Ada sekolah yang berisi siswa-siswa yang sebelum masuk sekolah pun bahasa Inggrisnya sudah jago. Sebaliknya, sekolah pelosok memiliki siswa yang benar-benar “true beginner”.
  • Kemampuan dan keterampilan guru kadang juga menjadi hambatan. Tidak semua guru bahasa Inggris merupakan lulusan pendidikan bahasa Inggris. Banyak lho guru bahasa Inggris yang tidak mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Bisa karena guru jarang memakai bahasa Inggris untuk komunikasi. Bisa juga karena pengajar mulanya merupakan guru bidang lain yang “dipaksa” menjadi guru bahasa Inggris.
  • Guru mengalami hambatan dalam menerapkan teknik mengajar yang benar. Akibatnya, cara mengajar guru sekolah formal jauh dari “nyaman” buat siswa sebagaimana guru bahasa Inggris di lembaga nonformal. Siswa banyak belajar tentang teori, namun sedikit menggunakan teori tersebut.

Alasan di atas tidak lantas membuat semua siswa sekolah formal sama sekali tidak mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Ada sekolah yang mampu mengatasi persoalan di atas. Satu contoh yang penulis jumpai adalah di sebuah SMP di pelosok. Namun, guru bahasa Inggrisnya memiliki dedikasi yang luar biasa. 

Pendidikan non-formal

Lembaga pendidikan nonformal lahir sebagai upaya menutupi celah pembelajaran bahasa Inggris dalam pendidikan formal. Demikian pula, Kursus Bahasa Inggris LIA. Hampir semua faktor penentunya bertolak belakang dengan kondisi sekolah formal. Misalnya, jumlah siswa per kelas lebih kecil dan siswa yang datang tentunya adalah mereka yang memiliki motivasi dan keinginan yang kuat untuk menguasai bahasa Inggris. Perbedaan lainnya adalah pada ketersediaan fasilitas belajar.

Apa pun perbedaannya, yang paling pokok adalah adanya lingkungan yang mendukung upaya belajar bahasa Inggris. Anda bisa belajar otodidak, namun Anda memerlukan lingkungan di mana semua orang memiliki tujuan yang sama. Hal ini akan menguatkan tekad untuk berusaha. Dengan adanya teman berlatih, tujuan belajar bahasa Inggris akan lebih cepat tercapai.

kursus bahasa inggris lia
Apa yang membuat kursus di LIA Yogyakarta berbeda?
Apa program kursus bahasa Inggris yang tersedia di LIA Yogyakarta?
Kursus bahasa Inggris LIA :Bagaimana pendapat Anda?

Untuk informasi program program di Kursus Bahasa Inggris LIA, silakan kunjungi 

Untuk informasi Kursus bahasa Inggris LIA Pusat, silakan kunjungi 

Link Pendaftaran silahkan klik

Membutuhkan informasi lainnya?

CS LB LIA Pandeansari  1: 

CS LB LIA Pandeansari  2 :