10 Singkatan Gaul dalam Bahasa Inggris

10 Singkatan Gaul dalam Bahasa Inggris

Tidak bisa dipungkiri, sosmed atau sosial media kini sudah menjadi bagian dari hidup kita. Aplikasi seperti Instagram, Twitter, TikTok, Facebook, dan semacamnya selalu menemani hari-hari kita, baik di waktu senggang maupun di sela kesibukan. Tak jarang juga kita jumpai bermacam-macam penggunaan bahasa di sosmed, seperti singkatan gaul dalam Bahasa Inggris. Pasti sebagian besar dari kita sering menemui istilah-istilah baru di sosial media, seperti CMIIW, FYI, FOMO, dan lain sebagainya. Ternyata, masih banyak pengguna sosmed yang belum tahu arti di balik singkatan gaul dalam Bahasa Inggris itu loh! Bagaimana denganmu? Apa kamu sudah tahu?

Beragam singkatan gaul dalam Bahasa Inggris dikenal sebagai akronim. Akronim itu sendiri dimaknai sebagai istilah yang biasanya diambil dari inisial atau huruf awal sebuah frasa, contohnya CMIIW yang berarti Correct Me If I’m Wrong. Masih banyak lagi loh akronim yang bisa kita pelajari. Yukk simak penjelasan tentang 10 singkatan gaul dalam Bahasa Inggris di bawah ini. 

CMIIW

Istilah ini kerap muncul di cuitan Twitter seseorang saat menyampaikan pengetahuannya tentang suatu hal. CMIIW merupakan singkatan dari Correct Me If I’m Wrong, yang berarti “koreksi aku jika aku salah”. Jadi, istilah ini bisa dipakai saat kamu kurang yakin dengan pendapatmu. Berikut contohnya, “A rainbow appears because sunlight penetrates the raindrops. Please, CMIIW.”

IYKWIM

IYKWIM merupakan singkatan dari If You Know What I Mean, yang berarti “jika kamu tahu maksud saya”. Kata ini biasa digunakan saat seseorang membagikan pendapatnya yang mungkin juga diketahui oleh sebagian orang. Contohnya, “He’s not as nice as he seems, IYKWIM.”.

NVM

Singkatan Gaul dalam Bahasa Inggris
Sumber: Twitter

Cuitan Twitter di atas merupakan contoh penggunaan NVM di sosial media. NVM artinya “sudahlah”, dan merupakan kependekan dari “never mind”. Netizen biasa menggunakan kata tersebut saat merasa enggan untuk menjelaskan sesuatu. 

FAQ

Hampir setiap aplikasi atau platform media sosial mencantumkan “FAQ” di dalamnya. Tapi apakah kamu tahu artinya? FAQ bisa diartikan sebagai pertanyaan yang sering diajukan. Adanya Frequently Asked Questions mempermudah para pengguna aplikasi saat mereka kebingungan akan fitur atau kendala yang ditemui saat menjalankan aplikasi tersebut. 

IMO

IMO, he’s really attractive and smart.” 

Kalimat tersebut merupakan contoh penggunaan IMO (In My Opinion) di sosmed, yang berarti “menurutku”. IMO biasa digunakan untuk menyatakan pendapat seseorang tentang suatu hal berdasarkan pemikirannya sendiri. 

FOMO

Istilah yang belakangan ini paling sering muncul di berbagai platform sosmed ialah “FOMO”. FOMO atau Fear of Missing Out bisa dimaknai sebagai rasa takut akan ketertinggalan terhadap sesuatu yang sedang trend pada masanya. 

AKA

As Known As memiliki arti “juga dikenal sebagai”. Singkatan gaul dalam Bahasa Inggris ini sering digunakan saat seseorang ingin menjelaskan lebih lanjut tentang orang lain. Misalnya, “She is Caroline, AKA my best friend.” .

IDC

IDC adalah kata yang sering dijumpai di platform Instagram. Terkadang orang-orang menyelipkan kata IDC dalam video singkat yang diunggahnya, seperti “IDC what other people say about me.”. Kalimat tersebut bisa diartikan sebagai, “Aku tidak peduli apa yang orang lain katakan tentang aku.”. Jadi, bisa kita simpulkan kalau IDC artinya “aku tidak peduli”. 

KEPO

Kata KEPO kerap kali dijumpai saat seseorang malas menanggapi orang lain yang terlalu banyak bertanya. Tapi, apakah kamu tahu artinya? Knowing Every Particular Object merupakan rasa ingin tahu yang berlebih akan suatu hal. Walaupun rasa KEPO bisa bermanfaat untuk menambah wawasan, tapi KEPO yang berlebihan juga tidak baik, loh. 

FYI

Kata FYI sering kali muncul di sela-sela chat, terutama di WA Group. FYI itu sendiri berarti “sekedar menginformasikan” yang merupakan kependekan dari For Your Information. Istilah ini biasa dipakai seseorang untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Contohnya, “FYI, we’re gonna have a meeting at twelve.”.

Beragam singkatan gaul dalam Bahasa Inggris itu bisa kita pakai di sosmed agar terlihat lebih up to date, loh! Tapi, jangan lupa sesuaikan selalu dengan penggunaanya yaa. Sebagai netizen yang cerdas, kita harus bisa menggunakan sosmed dengan bijak dan hati-hati.

Apa Program Bahasa Inggris LIA? Kunjungi https://liayogyakarta.com/program-kursus-lia/

Apa info tentang LIA Pusat? Kunjungi https://lblia.com/

KONTAK KAMI

3 Macam Progressive/Continuous Tenses

3 Macam Progressive/Continuous Tenses yang Harus Kamu Ketahui

Bahasa Inggris memiliki 16 (enam belas) tenses utama. Setiap tenses memiliki fungsinya masing-masing. Kamu pernah denger atau familiar sama percapakan ini?

Haikal: “Kamu lagi ngapain?”

Nana: “Aku lagi masak. Kamu lagi apa?

Haikal: “Aku lagi belajar buat ulangan besok.

Bahasa Inggris memiliki tenses khusus untuk membicarakan hal yang “sedang” atau “lagi” kita lakukan pada waktu tertentu, lho. Udah pernah denger  progressive tenses atau continuous tenses belum, nih?

Progressive tenses atau biasa disebut juga dengan continues tenses adalah tenses yang menunjukkan sebuah aksi yang sedang berlangsung pada waktu tertentu. Tenses ini menjelaskan aksi yang terjadi sebelum, sedang berlangsung saat, dan berlanjut setelah waktu atau aksi yang lain. Progressive tenses memiliki 3 (tiga) macam tenses dengan rumus utama be + -ing (present participle). Yuk kita bahas satu persatu!

PRESENT PROGRESSIVE/CONTINUOUS TENSE

Present progressive tense atau present continuous tense menjelaskan aksi yang sedang berlangsung pada waktu sekarang atau pada saat dibicarakan.

Coba perhatikan contoh kalimat berikut.

Haikal is cooking right now.

Pada contoh di atas, waktu sekarang adalah pukul 10.00. Haikal mulai memasak pukul 08.00, sekarang dia masih memasak dan mungkin masih akan melanjutkan kegiatan memasaknya. Oleh karena itu, kalimat di atas menggunakan present continuous tense atau present progressive tense karena ketika sedang dibicarakan, kegiatan tersebut masih berlangsung dan mungkin masih akan berlanjut.

Ketika membicarakan tenses tentunya tidak dapat lepas dari rumus atau pola kalimat. Berikut adalah pola kalimat untuk present progressive tense.

(+) Affirmative/Positif             

Subject + to be + verb (-ing) + …

Contoh: Haikal is cooking right now.

(-) Negative/Negatif

Subject + to be + not + verb (-ing) + …

Contoh: Haikal is not cooking right now.

(?) Interrogative/ Tanya

To be + subject + verb (-ing) + …?

Contoh: Is Haikal cooking right now?

Berikut ini adalah daftar to be yang digunakan untuk present continues tense.

I – am

He/She/It – is

You/They/We – are

PAST PROGRESSIVE/CONTINUOUS TENSE

Past progressive tense atau past continuous tense menjelaskan aksi yang sedang berlangsung pada waktu waktu tertentu di masa lampau.

Coba perhatikan contoh kalimat berikut.

Haikal was cooking when I arrived.

Pada kondisi ini, Haikal mulai memasak pukul 08.00 tadi pagi. Aku datang pukul 09.00 tadi dan dia masih memasak. Haikal mulai memasak sebelum dan masih berlangsung pada waktu tertentu di masa lampau, atau dalam hal ini adalah jam 09.00, ketika aku datang. Haikal masih lanjut memasak setelah aku datang tadi pagi.

Berikut adalah pola kalimat untuk past progressive tense.

(+) Affirmative/Positif             

Subject + to be + verb (-ing) + …

Contoh: Haikal was cooking when I arrived.

(-) Negative/Negatif

Subject + to be + not + verb (-ing) + …

Contoh: Haikal was not cooking when I arrived.

(?) Interrogative/ Tanya

To be + subject + verb (-ing) + …?

Contoh: Was Haikal cooking when I arrived?

Berikut ini adalah daftar to be yang digunakan untuk past continues tense.

I/He/She/It – was

You/They/We – are

FUTURE PROGRESSIVE/CONTINUOUS TENSE

Future progressive tense atau future continuous tense menjelaskan aksi yang akan sedang berlangsung di masa yang akan datang atau setelah sekarang.

Coba perhatikan contoh kalimat berikut.

Haikal will be cooking when we arrive.

Haikal akan memasak pukul 08.00 besok pagi. Kami akan datang pukul 09.00. Kegiatan memasak Haikal akan mulai sebelum kami datang dan akan masih berlangsung pada waktu tertentu di masa yang akan datang -saat kami datang- dan mungking akan masih berlanjut.

Berikut adalah pola kalimat untuk future progressive tense.

(+) Affirmative/Positif             

Subject + will be + verb (-ing) + …

Contoh: Haikal will be cooking when we arrive.

(-) Negative/Negatif

Subject + will not be + verb (-ing) + …

Contoh: Haikal will not be cooking when we arrive.

(?) Interrogative/ Tanya

Will + subject + be + verb (-ing) + …?

Contoh: Will Haikal be cooking when we arrive?

Apa saja program kursus Bahasa Inggris LIA? Kunjungi https://liayogyakarta.com/program-kursus-lia/

Apa saja masalah belajar Bahasa Inggris? Kunjungi https://liayogyakarta.com/masalah-belajar-bahasa-inggris/

Apa Tip memilih Bahasa Inggris? Kunjungi https://liayogyakarta.com/tip-memilih-kursus-bahasa-inggris/

Untuk info tentang LIA Pusat kunjungi https://lblia.com/

KONTAK KAMI

5 PRINSIP BELAJAR BAHASA INGGRIS

5 PRINSIP BELAJAR BAHASA INGGRIS

5 prinsip belajar bahasa Inggris berikut ini semoga dapat membantu Anda untuk memperkokoh pemahaman atau “unlearn” apa yang selama ini kurang dipahami secara tepat. 5 prinsip belajar Bahasa Inggris ini semoga membantu !

Image by storyset on Freepik

1. Perbedaan “acquisition ” (penyerapan) dan “learning” (belajar)

Language Acquisition merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana manusia memperoleh kemampuan untuk menerima dan memahami bahasa.

Dalam artikel yang dimuat di Wikipedia ( https://en.wikipedia.org/wiki/Language_acquisition) digambarkan : “Language acquisition usually refers to first-language acquisition, which studies infants’ acquisition of their native language, whether that be spoken language or signed language,[1] though it can also refer to bilingual first language acquisition (BFLA), which refers to an infant’s simultaneous acquisition of two native languages.[5] This is distinguished from second-language acquisition, which deals with the acquisition (in both children and adults) of additional languages.”

Jadi secara singkat istilah di atas memberi gambaran bagaimana seorang bayi menguasai satu atau lebih bahasa pertama.

Pada intinya bayi bisa “menguasai” sebuah bahasa secara “tidak sadar” karena mendapat “paparan” secara menerus sehingga dia “menyerap” bahasa tersebut. Kemampuan ini berada pada titik optimal saat kita berada di usia dini.

Pada orang dewasa, kemampuan menyerap bahasa mengalami penurunan. Jadi yang lebih dominan adalah “learning”. Sekali lagi, penyerapan lebih bersifat diluar kesadaran sedangkan “learning/belajar” dilakukan secara sadar. Apa konsekuensinya? Pada anak usia dini diperlukan “paparan” sebanyak mungkin, sedangkan pada orang dewasa diperlukan “latihan” sebanyak mungkin.

2. Bahasa Inggris sebagai  “ibu”, “bahasa kedua” dan “ bahasa asing”

Bahasa “ibu” adalah “bahasa aslibahasa pertama, merupakan bahasa pertama yang dikuasai manusia sejak lahir melalui interaksi dengan sesama anggota masyarakat bahasanya, seperti keluarga dan masyarakat lingkungannya.[1]  (https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_ibu).

Jadi, bahasa ibu orang Indonesia adalah bisa bahasa daerah atau bahasa Indonesia. Bahasa Inggris mungkin merupakan bahasa Ibu di kalangan terbatas namun secara mayoritas bahasa Inggris bukan merupakan bahasa ibu kita

Bahasa “kedua” mensyaratkan bahasa itu dipakai (walau terbatas) dalam kehidupan sehari hari (situasi non-formal). Di Indonesia, bahasa kedua mungkin berupa bahasa Daerah. Namun, sangat jarang menemukan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Istilah ini mungkin tepat diberikan untuk penggunaan bahasa Inggris di Singapura dan Malaysia.

Bahasa “asing” mengindikasikan penggunaan dalam kesempatan yang sangat terbatas, utamanya hanya pada situasi formal, wisata atau lingkup kerja/pendidikan. Hal ini sesuai dengan kondisi penggunaan bahasa Inggris di Indonesia.

Implikasi dari jenis penggunaan bahasa Inggris ini adalah jumlah atau frekuensi paparan bahasa Inggris sebagai sarana untuk mempraktekkan komunikasi secara langsung MASIH TERBATAS. Belajar bahasa tentunya akan lebih mudah bila kita berada di lingkungan dimana bahasa Inggris digunakan secara aktif. Analoginya adalah kalau mau bisa berenang maka kita harus memiliki akses ke air (sungai, kolam, laut, dsb). Bila bahasa Inggris berfungsi sebagai bahasa asing, tentunya paparan/lingkungan yang mendukung komunikasi bahasa Inggris masih terbatas. Mau tidak mau kita harus “menciptakan” lingkungan sendiri.

3. Penguasaan bahasa : “ functional/transactional” vs “topical” English

Sebenarnya istilah yang kami gunakan di atas hanya untuk mempermudah saja. Secara akademis mungkin agak membingungkan namun semoga orang awam  lebih mudah memahaminya.

Salah satu bentuk komunikasi adalah berupa dialog. Sebuah dialog terdiri dari 3 buah bagian : pembuka, isi, dan penutup. Dengan melihat kerangka sebuah dialog, kita bisa melihat kebutuhan penguasaan bahasa Inggris.

  • Jenis bahasa yang dipakai pada pembuka dan penutup  dialog kurang lebihnya sama, dengan ciri :
  • Bersifat “fixed expressions (baku)”. Artinya, dalam etika berkomunikasi sudah ada beberapa ekspresi yang bersifat standar (lazim digunakan)
  • Salah satunya, misal untuk menanyakan kabar (atau sebagai basa basi) di awal komunikasi kita menggunakan “How are you? Ingat, ekspresi ini hanyalah SATU diantara sekian banyak ekspresi yang ada.
  • Ekspresi tersebut kadang digolongkan menjadi : formal è kurang formal, sopan è kurang sopan dsb.
  • Walaupun baku, namun tetap ada variasi penggunaan di tiap daerah karena bahasa pada dasarnya merupakan sebuah “kesepakatan bersama”.
  • Bagaimana dengan jenis bahasa yang dipakai di “body/isi” sebuah dialog? Apakah kita juga dapat menghafalkan ekspresi baku sebagaimana pada pembukaan dan penutup sebuah dialog?
  • Isi dari komunikasi tercermin dalam kandungan “body/isi” dialog. Panjang pendek nya tergantung dari tujuan komunikasi itu sendiri.
  • Jadi isi sebuah dialog pada umumnya tidak dapat ditentukan sebelumnya, kecuali situasinya sudah merupakan situasi sosial yang standar. Dan kalaupun kita siapkan terlebih dahulu, nanti praktekknya tidak akan persis sama. Jadi kita bisa hafalkan sebagai sebuah skenario saja namun dalam prakteknya kita harus menyesuaikan sesuai keadaan (impromtu). Situasi khusus tersebut misalnya, “Introducing ourself, Introducing Others, Greeting, Describing something/someone, Asking/Giving Direction dll.
  • Yang dimaksud dengan isi yang tidak dapat dipersiapkan adalah hal hal yang “diluar” apa yang kita latih di atas. Faktanya kita tidak dapat sepenuhnya mengontrol bagaimana alur sebuah komunikasi yg alami berjalan. Pada akhirnya, yang kita harapkan adalah sebuah komunikasi alami bukan model komunikasi hafalan seperti dalam sebuah film/sinetron bukan?
  • Lalu, apa yang harus kita persiapkan? Perlukah menghafal semua tenses yang ada dalam bahasa Inggris? Bagaimana dengan kosa kata dan pengucapan/intonasi?
  • Tata bahasa merupakan alat untuk mengungkapkan gagasan adalah sebuah bahasa. Tata bahasa yang kita perlukan adalah pemahaman akan konstruksi kalimat : pola dan bagian kalimat. Tata bahasa ini perlu dukungan dari komponen bahasa seperti kosa kata, pengucapan, pengejaan, intonasi, kata sambung, dsb.
  • Pola kalimat dasar yang harus dikuasai adalah pembentukan kalimat dengan Subyek dan Predikat (syarat minimal)

4. Seberapa banyak kosa kata yang kita perlukan?

Kata merupakan sebuah bagian bahasa yang mengandung arti namun belum dapat berdiri sendiri. Sebuah kata memiliki peran berbeda beda tergantung jenis kata bentukannya (derivatives). Harvard University dan Google (2010) memperkirakan ada 1.022.000 kata dalam bahasa Inggris sedangkan Oxford University menyebut ada 600.000 kata.

Longman mengidentifikasi bahwa ada 3000 kata saja yang sering dipakai sehari hari

Perbendaharaan kosa kata yang banyak sangat diperlukan. Namun, kosa kata dapat dikembangkan secara perlahan lahan dengan memakai kosa kata tersebut secara langsung dibanding menghafalkan tanpa konteks. Strategi menebak arti bisa juga digunakan pada “reading”. Strategi “paraphrasing” juga bisa digunakan pada “Speaking”.

5. Apakah kita harus menguasai pengucapan seperti penutur asli?

Bila ingin menguasai pengucapan seperti penutur asli, tantangan belajar kita akan semakin besar. Apalagi apabila kita dibesarkan di lingkungan dengan bahasa daerah. Bagaimanapun alat bunyi kita sdh tidak semurni yang dimiliki anak anak.

Di berbagai belahan bumi, bahasa Inggris berkembang dengan pengucapan yang berbeda beda sesuai dengan pengaruh lokasi : aksen, bahasa setempat, pendidikan dsb. Jadi, jangan berkiblat pada 3 versi yang terkenal : British, American, dan Australian English. Mengapa takut berbicara dengan logat Indonesian English kalau banyak versi seperti Japanese, Singaporean, African, Hindi English?

Yang lazim diberlakukan adalah “RP (Received Pronunciation). Jadi memang ada standar pengucapan yang bisa diterima semua kalangan. Atau dari sisi lain, yang penting pengucapan kita bisa diterima lawan bicara. Kalau tidak? Kita bisa melihat reaksi lawan bicara atau lawan bicara tentunya akan mengkonfirmasi bila ada kendala dalam komunikasi

5 PRINSIP BELAJAR BAHASA INGGRIS : LET’S DO IT!

Bagaimana dengan 5 Prinsip Belajar Bahasa Inggris di atas? 5 Prinsip belajar bahasa Ingggris di atas tentunya tidak berlaku mutlak karena pastinya banyak konteks tertentu yang bisa membuatnya beda. Namun, harapan kami adalah hal di atas dapat membuka cara pandang yang berbeda ketika Anda belajar bahasa Inggris. Ada masukan tentang 5 prinsip belajar bahasa Inggris di atas?

Apa program kursus bahasa Inggris di LIA Jogja? Silakan kunjungi https://liayogyakarta.com/program-kursus-lia/

Apa tip belajar bahasa Inggris? Baca juga https://lb.liayogyakarta.com/tip-belajar-bahasa-inggris/

Untuk informasi tentang LIA Pusat, silakan klik https://lblia.com

CONTACT US