Terbukti: 7 Cara Meningkatkan Skor TOEFL Secara Efektif
Mengapa Skor TOEFL Penting?
Apa Skor TOEFL penting?
Masing masing tes TOEFL memiliki format dan konversi skor sendiri sendiri. TOEFL ITP skor antara 310-677 sedangkan TOEFL iBT 0-120
Skor TOEFL dapat ditingkatkan dengan strategi dan latihan yang tepat. Namun, kita memerlukan waktu untuk internalisasi pemahaman sehingga upaya peningkatan skor toefl sebaiknya dalam durasi optimal ( 2 jam) dan berkelanjutan
Skor TOEFL yang ditentukan tergantung kebijakan lembaga pemakai. Namun, bisa dikatakan bahwa skor TOEFL ITP 500 dan skor TOEFL iBT 74 baru masuk kategorimenengah
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah gerbang menuju banyak peluang akademis dan profesional. Baik untuk beasiswa luar negeri, pendaftaran universitas ternama, atau syarat promosi kerja, skor TOEFL yang tinggi seringkali menjadi kunci keberhasilan.
Namun, banyak peserta merasa kesulitan mencapai skor target. Apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan skor TOEFL? Adakah tip dan strategi jitu untuk mendongkrak skor TOEFL? Haruskah belajar sendiri atau gabung kursus? Artikel ini akan membahas cara meningkatkan skor TOEFL secara strategis dan terukur.

7 Cara Meningkatkan Skor TOEFL
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan bila Anda ingin meraih skor TOEFL yang Anda inginkan. Semoga cara meningkatkan skor TOEFL ini dapat membantu Anda.
1. Kenali Jenis Tes.
Setiap jenis tes memiliki ciri yang membedakan dengan tes lainnya. Pahami beda TOEFL ITP, TOEFL iBT, TOEIC, atau IELTS. Walau setiap tes memiliki ciri tersendiri, semua tes memiliki tujuan yang sama, yaitu mengukur kemampuan bahasa Inggris. Yang membedakan mungkin pada konteks pemakaian bahasa Inggrisnya.
2. Kenali Format Tes.
TOEFL ITP terdiri dari 3 bagian :
| Bagian (Section) | Jumlah Soal | Waktu Pengerjaan | Skor Per Section | Deskripsi Singkat |
| 1. Listening Comprehension | 50 soal | 35 menit | 310 – 680 | Menguji kemampuan memahami percakapan dan pembicaraan dalam bahasa Inggris. |
| 2. Structure and Written Expression | 40 soal | 25 menit | 31 – 680 | Menguji pemahaman tata bahasa (grammar) dan struktur bahasa Inggris tertulis. |
| 3. Reading Comprehension | 50 soal | 55 menit | 31 – 670 | Menguji kemampuan memahami teks akademik tertulis. |
| Total Keseluruhan | 140 soal | 115 menit (1 jam 55 menit) | 310 – 677 | Skor total adalah penjumlahan dari ketiga bagian dan dikonversi. |
TOEFL iBT terdiri dari 4 bagian :
| Bagian (Section) | Jumlah Soal | Waktu Pengerjaan | Skor Per Section | Deskripsi & Struktur |
| 1. Reading | 20 soal (per passage) | 35 menit (2 passages) | 0 – 30 | Isi: 2 teks akademis (~700 kata). Tipe Soal: Pertanyaan pilihan ganda tentang ide utama, detail, inferensi, kosakata, dan tujuan retoris. |
| 2. Listening | 28 soal | 36 menit | 0 – 30 | Isi: • 3 kuliah (3-5 menit, 6 soal masing-masing) • 2 percakapan (3 menit, 5 soal masing-masing) Catatan: Termasuk soal note-taking. |
| — ISTIRAHAT (10 menit) — | ||||
| 3. Speaking | 4 tugas | 16 menit | 0 – 30 | Struktur: • Task 1: Independent (opini pribadi). • Tasks 2-4: Integrated (gabungan baca, dengar, dan bicara). Respons: Direspons melalui mikrofon. |
| 4. Writing | 2 tugas | 29 menit | 0 – 30 | Struktur: • Task 1: Integrated (baca teks, dengar kuliah, tulis ringkasan). (20 menit) • Task 2: Independent (esai opini/argumentasi). (10 menit) Respons: Diketik di komputer. |
| Total Keseluruhan | 54 soal + 6 tugas | 2 jam (116 menit) | 0 – 120 | Durasi total termasuk instruksi sekitar 2 jam. Skor total adalah penjumlahan dari keempat bagian. |
3. Pelajari Cara penghitungan Skor
Kita perlu mengenali proses konversi dari jawaban yang benar menjadi skor/nilai. Dengan demikian, kita bisa mengukur kemampuan kita dan menyesuaikan target yang ingin diraih. Kita harus menyadari bahwa sebuah tes mengukur kemampuan. Bila kita menghabiskan waktu yang lama untuk menguasai “test taking strategies” namun kita tidak berusaha meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, maka akan sulit bagi kita untuk meraih target. Sebaliknya, bila kemampuan kita sdh baik maka akan lebih mudah untuk menguasai “test taking strategies”. Berikut contoh tabel konversi (hanya sampai nomor 25)

4. Lakukan Pre dan Post-test
Sebuah Pre-test dapat menggambarkan titik awal dari perjuangan kita untuk meningkatkan skor TOEFL. Kita juga dapat melihat pada bagian apa kita memiliki kekuatan (skor lebih tinggi) atau kelemahan (skor lebih rendah). Dalam menentukan target skor, kita bisa melihat jumlah jawaban benar yang harus diraih dan pada bagian mana kita mau mencurahkan usaha. Salah satu contohnya : di TOEFL ITP bagian Structure & Written Expressions dianggap sebagai bagian paling susah. Faktanya, Structure merupakan komponen bahasa. Listening dan Reading merupakan sebuah “skill”. Sebuah skill memerlukan latihan dan pengulangan berkali kali sebelum seseorang menguasai skill itu. Jadi, bagian Structure & Written Expressions seharusnya menjadi bagian yang memerlukan waktu paling singkat untuk meningkatkan skor nya.
Post-test dapat memberi gambaran tingkat kemajuan yang kita capai. Selain itu, post-test dapat memberi informasi bagian mana yang perlu kita beri perhatian lebih.
5. Kenali Apa yang diujikan
Salah satu cara meningkatkan skor TOEFL lainnya adalah mengubah cara pandang. TOEFL tampak sulit karena kita terbawa pada cara pandang yang kurang tepat. Prinsip yang paling mendasar adalah bahwa setiap 1 soal pasti mengujikan 1 bidang tes. Hal ini berlaku untuk semua bagian. Di TOEFL ITP, bidang tes ini bisa dikaitkan dengan “language skills”. Di listening, ada skill ” Listening for Details” yang diwujudkan pada soal “Listening for what”, “Listening for Who”, “Listening for specific information”. Di Structure ada prinsip tentang struktur kalimat (SPOA) maka ada soal yang menggunakan “Mana Subyek” nya. Di reading ada skill “Scanning” yang diwujudkan pada pertanyaan tentang “informasi” berupa data yang ada dalam bacaan. Kemampuan mengenali apa yang diujikan akan sangat berarti karena TOEFL adalah sebuah ‘speed test”. Jadi harus ada “koleksi” pengetahuan soal yang kemungkinan dapat kita jawab dengan benar dan cepat (sudah ada otomatisasi). Bisakah? Tentu saja bisa. Contohnya, pengetahuan tentang “not only” berpasangan dengan “but also” akan membekali kita dengan alternatif bentuk salahnya. ketika bahan ini keluar di nmr 16-40 maka kita langsung “siaga” dan fokus pada bahan tes ini. Dengan demikian, ada soal yang bisa kita selesaikan kurang dari 10 detik.
6. Pahami konsep “Intermediate Plateau”
Seberapa jauh kita bisa meningkatkan skor TOEFL? Bisakah seseorang dengan skor 350 mencapai skor 500? Berapa lama waktu yang dibutuhkan?


Di atas adalah cuplikan dari data perkembangan skor TOEFL pada sebuah institusi pendidikan dengan total 131 siswa dengan lama pembelajaran 30 jam. Peserta skor awal terendah 318 dan tertinggi 447. Score development tertinggi ada di 51-99 sebanyak 40% dan 1-50 sebanyak 31%. Kesimpulan kami adalah : peningkatan skor dari seseorang dengan skor rendah akan lebih tinggi dari seseorang dengan skor tinggi. Intermediate Plateau menggambarkan bahwa kita akan mencapat level “statis” dalam sebuah kurva. Analoginya seperti kita naik kendaraan mendaki sebuah tanjakan. Di bagian bawah kendaraan akan melaju kendang dan “melambat” mulai pertengahan tanjakan. Jadi semakin tinggi skor awal TOEFL seseorang, semakin banyak waktu yang diperlukan untuk menaikkan skor. Pemahaman ini akan membuat kita relaistis terhadap cara meningkatkan skor TOEFL.
7. Kendalikan Faktor Non-teknis
Faktor non-teknis dapat membuyarkan “modal awal” yang telah kita siapkan sebelum tes. TOEFL sangat dipengaruhi oleh “kesiapan” kita menghadapi faktor non-teknis:
- Kebugaran badan. Istirahat yang kurang karena malam sebelumnya suntuk belajar besar pengaruhnya pada hasil tes. Sebaiknya pakai malam sebelum tes untuk istirahat atau kegiatan yang menyegarkan
- Siapkan waktu yang cukup. Tuntutan hasil dan tekanan waktu yang terbatas untuk mengumpulkan hasil akan mempersulit peningkatan skor.
- Siapkan mental. Lepaskan beban target dan bersandar pada prinsip ‘nothing to lose”
- Kuatkan kepercayaan diri. Melakukan banyak simulasi (apapun hasilnya) akan memberi kepercayaan diri lebih kuat.
- Online Vs Onsite. Pertimbangkan “pros” dan “cons” dari masing masing mode tes ini. Pilih mode tes yang anda merasa nyaman.
Apa Perlu Ikut Kursus Persiapan TOEFL?
Cara meningkatkan skor TOEFL memang membutuhkan usaha ekstra. Cara meningkatkan skor TOEFL di atas tentu saja bukan merupakan sebuah kemutlakan. Masing masing orang memiliki pengalaman dan cara meningkatkan skor TOEFL yang mungkin berbeda. Apakah Anda memiliki cara meningkatkan skor TOEFL yang berbeda?
Mengikuti kursus/pelatihan persiapan TOEFL akan memberi keuntungan karena pengelola sudah memiliki pengalaman dan materi pendukung untuk membantu siswa meningkatkan skor TOEFL. Cara meningkatkan skor TOEFL yang dipakai sudah berdasarkan pengalaman yang panjang. Tentunya bergabung dengan kursus ini akan menghemat waktu dan tenaga di tengah tekanan deadline yang Anda hadapi.
Bagaimana cara menghitung skor TOEFL? Cek disini https://liayogyakarta.com/cara-menghitung-skor-toefl/
Skor TOEFL mana yang kita pakai? Cek disini https://liayogyakarta.com/skor-toefl/
Kapan Kelas TOEFL LIAi? Cek disini https://liayogyakarta.com/kelas-toefl-lia-jogja/
Apa itu TOEFL Prediction? Cek disini https://liayogyakarta.com/tes-prediksi/
Informasi LIA Pusat, kunjungi https://lblia.com
KONTAK KAMI
- CS LIA Pandeansari `1: https://wa.me/6282260862122