Kursus TOEFL Jogja – Tingkatkan skor TOEFL Anda

Apa itu kursus TOEFL Jogja?

TOEFL adalah alat ukur kemampuan bahasa Inggris yang paling banyak digunakan saat ini. Apakah Anda sudah siap menghadapinya? Apakah Anda sudah memahami format tes dan cara penentuan skornya? Artikel ini akan membantu Anda memahami cara terbaik untuk mempersiapkan diri, termasuk pilihan les TOEFL di Yogyakarta yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Mengapa kursus TOEFL di Jogja?

kursus toefl jogja lia yogyakarta

Berikut beberapa hal yang harus kita pahami :

  • Setiap jenis tes memiliki format tes yang berbeda. Format tes menunjukkan jenis kemampuan bahasa apa yang harus kita selesaikan.
  • Format TOEFL ITP, TOEFL iBT, TOEIC, IELTS, berbeda-beda
  • TOEFL ITP menguji “language skills” (Listening, dan Reading). Speaking dan Writing bersifat tentative.
  • TOEFL ITP juga mengujikan “language component”, yaitu “Structure & Written Expressions”
  • Skor ditentukan dari jumlah jawaban BENAR
  • Tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban salah (No Minus Penalty)
  • Bobot skor per section berbeda, sehingga kita harus memahami cara penentuan skor. Lihat artikel ini
  • Dalam masing masing “language skills” ada ketrampilan khusus yang harus dikuasai, Listening Comprehension ( ” Listening for Details, Listening for Main Ideas”), Reading Comprehension ( “Skimming, Scanning, reference, Inference” )
  • “Language skills” jelas membutuhkan otomatisasi yang dapat diraih melalui latihan berulang, bertahap dan terus-menerus. Mungkin saat latihan “listening” pertama kali baru bisa menangkap 10%. Namun, dengan latihan rutin kita akan mampu menangkap lebih banyak isinya
  • Perhatikan kapasitas kita dalam memahami materi. Durasi ideal untuk belajar adalah maksimal 2 jam. Artinya, semakin lama kita belajar, semakin menurun kapasitas otak kita untuk mengolah hasil belajar.
  • Otak kita membutuhkan waktu untuk “mengendapkan” apa yang kita pelajari. Artinya, belajar setiap hari memberi hasil yang berbeda dengan belajar setiap 2 hari sekali.
  • Kesimpulan : rutinitas lebih membantu daripada intensitas
  • Bagian ini menguji pemahaman kita tentang komponen bahasa, bukan keterampilan bahasa. Artinya, bagian ini tidak terlalu menuntut pengulangan secara intensif supaya menguasai keterampilan. Kalau mau pakai sistem SKS, boleh lah….
  • Bagian ini seharusnya berpotensi menyumbang kenaikan skor tertinggi. Bagaimana caranya?
  • Soal nomor 1-15 menguji Struktur kalimat
  • Soal nomor 16-40 menguji bentuk bentuk khusus
  • Kesimpulan : rutinitas lebih membantu daripada intensitas
  • TOEFL adalah time-based test. Artinya, kita dituntut untuk mampu mengerjakan soal dengan benar sesuai dengan alokasi waktu yang diberikan.
  • Kenali dan kuasai bidang soal dan cara mengerjakan soal tersebut. Pada dasarnya, satu soal menguji satu materi soal. Pengulangan untuk skill tertentu bisa saja terjadi, namun hanya pada jenis tertentu. Misalnya, ada 1-3 soal yang harus diselesaikan dengan skill yang sama di Reading, yaitu Scanning.
  • Jangan termakan strategi-strategi yang kurang tepat. Misalnya, apakah kita harus memahami arti kalimat dalam mengerjakan Structure atau Reading? Apakah Tenses benar benar merupakan materi utama di Structure?
  • Lakukan latihan sebanyak mungkin untuk mengetahui peningkatan skor Anda
  • Lakukan pemetaan di wilayah mana Anda kuat dan lemah sehingga Anda dapat menentukan proporsi usaha yang optimal
  • Jaga kondisi fisik dan mental sebelum tes
  • Prinsip “intermediate plateau” berlaku : ketika skor awal Anda rendah maka peningkatan skor nya lebih timggi dibanding saat skor awal Anda sdh tinggi
  • Sebuah tes dimaksudkan untuk mengukur kemampauan bahasa Inggris. Jadi, sebaiknya perkuat bahasa Inggris dahulu sehingga Anda siap menghadapi jenis tes apapun. Persiapan tes akan menjadi panjang dan kurang mendukung apabila kemampuan dasarnya tidak mendukung. Cek program kursus LIA Yogyakarta untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Kursus TOEFL Jogja terbaik: apa yang perlu dipertimbangkan?